Management SDM – Validitas KPI

Dear Allz…

Kali ini saya mau sharing mengenai KPI (Key Performance Indicator). KPI ini adalah salah satu alat ukur performance perusahaan yang diperoleh dari penentuan indikator ( dulu disebut indeks) dalam pekerjaan dan yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan itu.

Di bawah ini adalah hasil diskusi dari Komunitas HR Opensources yang berangkai dari satu diskusi ke diskusi lintas dunia maya. Semoga bermanfaat.

Salam,

Ietje S. Guntur

—————————————————————————–

Re: [HOS University] Validitas KPI

Wednesday, 10 September, 2008 12:33

From:

View contact details

To:

HROpenSources@yahoogroups.com

Wednesday, 10 September, 2008 12:33

Dear mas Iman, mas Vero, mas Adith…

Hmmm…seru juga jadinya.
Bener yang mas Iman dan mas Vero sampaikan, bahwa validitas itu tergantung masa pakai dan fungsi.

Saya mau sharing untuk di bidang jasa , kalau permintaan layanan dari nasabah sudah semakin meningkat, maka KPI yang lama bisa direvisi, ditambah dan dikurangi. Kalau kata mas Vero, disesuaikan formulanya sehingga rasa yang dibutuhkan akan kembali.

Memang ada beda di buku dan di lapangan. Kalau ada perbedaan sedikit di dalam implementasi, tidak berarti bahwa KPI sudah tidak valid. Tetap ada toleransi, untuk sekian persen dan sekian waktu.

Kalau tiap hari kita cuma ngintipin urusan validitas ini, ya KPI ndak jalan, Cak. Kalau menurut buku, validitas harus 100 %, pada kenyataannya kalau kita sedang menjalankan ini, apalagi di perusahaan dengan kantor cabang yang bertaburan di seluruh Indonesia dan rentang kendali sebesar perusahaan saya…walaaah. ..repot Cak. Jangankan urusan KPI, urusan sosialisasi dan bahasa pengantar saja bisa berbulan-bulan. ..Menyamakan bahasa dan persepsi itu ndak gampang. Merah di kita belum tentu merah di mata orang lain. Rasa stroberi di gelas saya, belum tentu rasa stroberi di gelas rekan yang lain.

Yang penting, ada standar dulu. Samakan persepsi. Jalan.
Kalau bisa dimudahkan, kenapa harus disulitkan ?
Menyederhanakan yang rumit adalah tugas orang cerdas dan kreatif. Karena tidak semua orang mau berpikir rujit dengan dahi berkerenyit.

Gimana ?

Salam kompak,

Ietje S. Guntur ( yang suka belajar hal-hal sederhana)

— On Wed, 10/9/08, jean vero <vero70_is@yahoo. co.id> wrote:

From: jean vero <vero70_is@yahoo. co.id>
Subject: Re: [HOS University] Validitas KPI
To: HROpenSources@ yahoogroups. com
Date: Wednesday, 10 September, 2008, 10:51 AM

Cak Iman

Saya setuju dengan anda tentang KPI, KPI tidak harus menukik atau apalah namanya kata orang. . . . . KPI yang anda yakini tetep aja dipegang dan di berikan kepada yang butuh

ang gak butuh gak usah , . . . Lha wong KPI bukan kitab suci ae koq, tapi mirip Primbon.

Untuk berbicara tentang Validasi KPI, gak usah dipelosoro, dibanting, di variankan atau di kelir yang warna-warni, pakai saja warna netral, luapkan penjelasan dengan se-jelas-jelas nya, kalo mestinya mudah ya harus diakui mudah, jangan dipersulit, tetepi kalo emang rumit, uraikan aja agar menjadi/kelihatan gampang, inilah ilmu KPI yang bermanfaat.

KPI yang pernah saya pegang dan create, mudah-mudahan sampai hari ini masih dipakai di tempat-tempat saya terdahulu (maaf ini bukan maksudku, …. ), karena aku mebuat dan memperkenalkan KPI dengan sangat simple dan pada alkhirnya semua orang akan dengan mudah membuat KPI dan akan mengetahui secara langsung kapan itu EXPIRED,

Bagaiman anda mengetahui Validasi KPI,

Contoh Gampang :

Jika anda memiliki proses yang dimulai dari rasa asin sampai rasa strawberry, kemudian suatu saat rasa itu sudah tidak ada lagi alias hambar ( red: rasa asin & strawberry-nya sudah tidak ada ) , maka saat itulah yang dinamakan VALIDASI KPI yang sudah Kadaluarsa, dan perlu di Refresh dan Di Modifikasi Ulang Rasa itu akan kembali lagi seperti masa-masa sebelumnya.

Salam,

JV (Yang masih B.O.D.O Overdue KPI)

— Pada Rab, 10/9/08, Bayu Aji <iman_bayu_adji@ yahoo.co. id> menulis:

Dari: Bayu Aji <iman_bayu_adji@ yahoo.co. id>
Topik: Re: [HOS University] Validitas KPI
Kepada: HROpenSources@ yahoogroups. com
Tanggal: Rabu, 10 September, 2008, 8:49 AM

Thanks Cak Sun, at least saya atau Mas Adith, Mas Vero dan teman-2 praktisi di milis ini,  yang langsung terjun dalam penyusunan KPI dan mengimplementasikan KPI di lapangan sudah sangat paham arti validitas & realibilitas, dan bila dipahami lebih seksama slide dari Mas Adith itu tdk saja hanya menunjukkan hubungan saja. Btw, thanks cak, bagi saya pribadi sudah sangat clear dan sesuai saran sahabat saya yang lagi jadi suami siaga, saya hemat energy dulu, hehehe..maklum puasa.

Terus berbagi cak, dan mbokyo Mas Heru sekali-kali diajak manggung di event bulanan milis ini. Ayo Nonce, minta Cak Sun contact personnya Mas Heru dong dan ajak beliau sharing ilmu dengan sesama-nya di sini (eh, tapi Mbak Itje khan justru lebih deket ya hubungannya sama Mas Heru).

Salam,

Iman

— Pada Sel, 9/9/08, Sunawan <sunawans@yahoo. com> menulis:

Dari: Sunawan <sunawans@yahoo. com>
Topik: Re: [HOS University] Validitas KPI
Kepada: HROpenSources@ yahoogroups. com
Tanggal: Selasa, 9 September, 2008, 5:51 PM

Salam semua,

Mas Iman, tulisan sampeyan mantep mas, tp saya lihat kurang menukik, krn tdk menunjukkan validnya.

Lalu attachment saya baca unsur keterkaitannya sangat masuk logikanya menunjukkan sebab akibatnya, tp tdk saya lihat unsur validatsnya, hanya hubungan saja.

Klo korelasi, tentunya harus ada uji r, shg nanti muncul nilai dari r-nya, piye iki mas.

Saya dulu pernah melakukan uji validitas & reabilitas terhadap kompetensi, waktu itu yang ngajari mas heru ttg ilmu ini.

Sbg contoh studi kasusnya terhadap kompetensi salah satu perusahan Tbk yg besar di Indonesia, setelah di uji dgn factor analysis, validitas, reabilitas, uji r dstnya ternyata byk kompetensi yg kacau balau, padahal sudah mahal2 pakai konsultan bikin kompetensi tuh

akibatnya HRD managernya diganti he he he (itu kata dia).

Saya ambilkan contohnya, misalkan begini, ini contoh saja

Disebuah Bank yg sangat padat dan banyak konsumennya dimana dia selalu antri panjang dalam pelayanannya. Bagian front officenya.

Dalam kompetensinya terdapat namanya customer satisfation dgn terjemahan melayani pelanggan dengan senyum, menjelaskan dengan baik, dstnya, bobotnya tinggi apalagi sesuai dgn moto pelayanan Bank tsb.

Setelah diuji, ternyata tdk butuh tuh customer satisfaction krn ternyata antriannya masih panjang.

Ternyata yg dibutuhkan adalah akurasi, kecepatan dan harus diberikan bobot yg tinggi

Uji ini dilakukan dgn 2 cara yakni statistik dan kriteria lapangan.

1. kriteria lapangan, kita tanyakan kepada customer, apa sebenarnya yg mereka butuhkan, mayoritas mgkn tdk mau antri dan nunggu lama. hasilnya dari sana diolah lebih lanjut

2. dgn menggunakan para ahli, lalu disimulasikan dalam analisa statistik

ternyata hasilnya custimer satisfation terdelete.

Tp kemudian hal tsb tetap dipertahankan krn ada kemauan dari manajemen sehubungan bahwa hal tsb adalah core value organisasi, akhirnya utk bobot kompetensi tsb dijadikan kecil.

Saya sendiri dulu sering melakukan simulasi sendiri terhadap kompetensi perusahaan2 tertentu apakah valid atau tdk.

Utk belajar Uji ini silahkan anda baca buku statistik analisis multivariat, klo menggunakan SPSS, pakailah yg generasi 13 keatas, disana lengkap uji-ujinya.

Nah, bagaimana aplikasinya dalam KPI?

Salam

Cak Sun
Senang Berbagi Dengan Anda Semua
HP: 0817 994 0224
Telp: 021 – 8499 6361

— Pada Sel, 9/9/08, Iman <iman@imcp.co. id> menulis:

Dari: Iman <iman@imcp.co. id>
Topik: Re: [HOS University] Validitas KPI
Kepada: HROpenSources@ yahoogroups. com
Tanggal: Selasa, 9 September, 2008, 6:03 AM



Thanks Mas Adith, amat sangat jelas dan menjelaskan korelasi Objectives & measurement.

Bila belum juga jelas juga, silahkan tutup mata, tarik nafas dalam dalam, hembuskan dengan perlahan …dan buka mata dengan ketenangan dan kemurnian hati lalu lihat lagi file tersebut. Somoga jelas.

Salam,

Iman

—– Original Message —–

From: Muhammad Adithia Amidjaya

To: HROpenSources@ yahoogroups. com

Sent: Tuesday, September 09, 2008 4:43 PM

Subject: Re: [HOS University] Validitas KPI

Allz,

The attached slide is self-explanatory. Coba lihat, dengar, dan rasakan makna dari slide tsb.. Coba telaah panah ke atas dan ke bawah di paling sebelah kiri dari slide. Dan.. saya tahu bahwa ada di antara kita yang belum paham tentang KPI, .. mungkin hal itu disebabkan kita belum ingin memahaminya. Maka begitu kita mulai mulai berpikir betapa penting untuk memahaminya, kita pun semakin ingin dan bahkan sudah memahaminya. . Sekarang..

Best Regards, -adithia-

http://www.linkedin .com/in/adithia

http://adithia. blogspot. com/

http://www.libraryt hing.com/ catalog/amidjaya

—– Original Message —-
From: Iman <iman@imcp.co. id>
To: HROpenSources@ yahoogroups. com
Sent: Tuesday, 9 September, 2008 15:26:13
Subject: [HOS University] Validitas KPI

Sobat HOS,

Di milis sahabat kita,  HRM Club dibahas tentang bagaimana mengukur validitas KPI yang ditanyakan oleh Mas Indra Edan. Kasihan tuh orang, orang gila pengin sembuh tapi yang ini pengin edan, hehehe… Nah kita bantu jawab ya disini..

Sobat, disana jawabannya macem-2 (bagus, di satu sisi itu menandakan semangat belajar yang tinggi). Ada yang jawab, “ndak tau ya..saya khan belum belajar jadi yang penting dibuat dulu”.  Ada juga yang jawab “ya ikut saja training KPI dulu, ntar minta instrukturnya untuk menjawab”. Salah sorang teman konsultan dalam milis partner kita itu menulis “cara yang paling banyak digunakan untuk mengukur validitas KPI adalah dengan SMART”, lalu beliau menambahkan kalau KPI tidak valid bila banyak target yang meleset.  Jadi yang dipakai untuk mengukur validitasnya adalah pencapaian target, demikian kesimpulan beliau.

Sobat, ternyata istilah yang demikian familiar yaitu KPI toh masih banyak yang belum paham arti sebenarnya dari KPI, bahkan teman konsultan tersebut-pun masih belum memberikan jawaban yang benar. Karena itu, apapun pendekatannya, marilah kembali pada konsep dasar pemahaman dari KPI (sebagaimana yang ditulis Mas Vero). Berbagai pendekatan adalah kembangan dan merupakan cara untuk meng-integrasi saja,  yang sebenarnya didalam praktek adalah cara untuk mengefisienkan eksekusi 2 atau lebih system dalam satu tempat (perusahaan) .

Kembali pada KPI, sobat HOS, saya hanya mengulang saja bahwa sebelum membahas validitas terlebih dahulu kita harus “clear” dengan terminology ini. KPI is measurement tools. KPI adalah alat untuk mengukur. Sebagai alat ukur, sama dengan alat ukur yang lain (nih mbak Itje pasti sudah ngelontok-tolong dibantu lebih detail dong) pasti akan dipertanyakan 2 hal, yaitu validitas dan reabilitas-nya. Validitas berarti apakah alat ukur tersebut benar fungsinya untuk mengukur obyek yang hendak diukur ? Contohnya untuk mengukur berat badan, maka pakailah timbangan badan, jangan pakai thermometer. Bagaimana reabilitas ? Reabilitas berkaitan dengan konsistensi dari alat ukur. Dengan berat badan yang sama, sekitar 70 kg saya menimbang kemarin, besok,  atau lusa-pun timbangan tersebut tetap sekitar 70 kg, tapi bila sampai kemarin lusa 65 kg, kemarin 75 kg dan hari ini 70 kg bisa dipastikan timbangan tsb tidak realibel.

Jadi sekarang bagaimana untuk mengukur validitas KPI ? Ya harus “ngeh” dulu apa yang diukur ? Apa yang diukur oleh KPI ? Jelas Objectives dari organisasi. Nah, tinggal di uji saja, apakah suatu KPI “benar” dipakai untuk mengukur  suatu  ”objectives” dari corporate ? Bila benar, berarti KPI valid. Lho lalu apa hubungannya dengan target untuk uji validitas ? Tidak ada ! Target tdk dipakai untuk menguji validitas, tetapi target dipakai untuk memantau proses pencapaian. memang erat hubungan KPI dan Target, tetapi KPI bukanlah target dan target tidak dapat dipakai untuk mengukur validitas KPI !

Nah silahkan meramaikan, menambahkan  dan semoga juga membantu sobat yang belum paham tentang terminology objective, kpi, target, dan inisiatif atau action plan.

Salam,

Iman

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.